Galeri pepete
Hedonisme dan Konsumerisme Mahasiswa dalam Islam
8 slide. Dipublikkan pemiliknya di galeri pepete.
Slide 1 dari 8
KELOMPOK 6Gaya Hidup Mahasiswa & Pandangan IslamMenyikapi Budaya Hedonisme dan Konsumerisme di Kampus secara BijakSlide 2 dari 8
Kebutuhan Utama vs Laper MataKebutuhan (Hajiyat & Dharuriyat)Hal pokok pendukung studi dan hidup sehari-hari yang bikin aktivitas mahasiswa tetap berjalan lancar.Lapor Mata (Tahsiniyat Berlebih)Keinginan impulsif cuma demi gengsi atau ikutan tren, padahal tak ada nilai tambahnya.Slide 3 dari 8
Jebakan Hedonisme di KampusNongkrong Tanpa TujuanFokus kebiasaan ngopi harian yang bikin pengeluaran membengkak tanpa disadari.Fomo Tren Fashion & GadgetTekanan untuk selalu ikutan gaya terbaru agar dianggap keren dan diakui.Gaya Hidup Serba InstanKetergantungan pada fasilitas serba praktis yang menguras kantong mahasiswa.Slide 4 dari 8
Gengsi Anak Muda yang Bikin Kantong BolongGaya hidup impulsif demi validasi media sosialTekanan teman sebaya untuk selalu tampil mewahSlide 5 dari 8
Islam tidak melarang beli barang, yang dilarang itu berlebihanSlide 6 dari 8
Dampak Buruk Beli Barang Cuma Buat GayaKantong jebol dan tabungan masa depan terancamHati terasa hampa karena standar kepuasan tak ada habisnyaTerjebak dosa tabzir dan israf yang dibenci Allahkerugian jangka panjangSlide 7 dari 8
Langkah Simpel Mengatur Keuangan Menurut1. Prioritaskan Skala KebutuhanDahulukan kebutuhan pokok (dharuriyat) dan hajat mendesak sebelum memenuhi keinginan hiburan.2. Sisihkan Tabungan dan SedekahGaji atau uang saku masuk, langsung sisihkan untuk dana darurat dan sedekah di awal, bukan sisanya.3. Catat dan Catat Arus KasRutin memantau pengeluaran bulanan agar tidak overspending dan tetap terkontrol secara syariah.Slide 8 dari 8
Tetap Gaul Tanpa Merusak Iman dan DompetAtur Skala PrioritasDahulukan kebutuhan kuliah dan ibadah, baru alokasikan dana hiburan sesuai kemampuan.Cari Lingkungan PositifNongkrong sama teman yang saling mengingatkan kebaikan, bukan yang hobi ajak pamer.Niatkan NONGKRONG Jadi SilaturahmiUbah niat kumpul-kumpul bukan buat gaya, tapi buat mempererat tali silaturahmi dan diskusi.

